Menjadi Peneliti Kualitatif

Kualitatif vs Kuantitatif

Istilah penelitian kualitatif biasa diperhadapkan dengan istilah penelitian kuantitiatif. Banyak orang yang terjebak ke dalam sebuah pertanyaan, “Di antara kedua penelitian tersebut, manakah yang terbaik?” Dalam pandangan penulis, pertanyaan seperti itu menjadi tidak relevan apabila penelitian dipahami sebagai proses pencarian secara kreatif. Makna pencarian kreatif berseberangan dengan usaha untuk mempertentangkan berbagai metode penelitian. Sangat mengherankan, banyak orang yang memiliki otoritas tinggi dalam penelitian terjebak ke dalam pertanyaan seperti ini.

Sebab meneliti tidak lain dari sebuah proses pencarian secara kreatif dan dapat dipertanggung jawabkan, maka bagi penulis, yang terpenting adalah sejauh mana metode yang kita pakai dapat membantu memberikan jawaban terhadap masalah yang diajukan. Dengan kata lain, seberapa relevankah metode yang digunakan, kualitatif maupun kuantitatif, dengan pertanyaan penelitian yang diangkat oleh seorang peneliti. Hanya saja perlu diingat bahwa cara seseorang mengangkat permasalahan dan menawarkan solusi sering dipengaruhi oleh latarbelakang sosial dan pendidikan mereka sehingga pada akhir pilihan metode mereka pun ikut terpengaruh (Glesne & Peshkin, 1992, h. 9).

Apa itu Penelitian Kualitatif ?

Penelitian kualitatif adalah istilah yang digunakan untuk banyak metode menangani rekaman data yang secara relatif tidak terstruktur dan tidak tepat untuk direduksi ke dalam angka. Dalam mengelola transkrip interview, focus group, rekaman video, kaset, catatan lapangan atau bentuk dokumen lain, para peneliti berusaha mencari pemahaman baru tentang sebuah situasi, pengalaman dan proses. Target mereka beragam, dari pemahaman sempurna atas sebuah proses yang berlangsung dalam kurung waktu tertentu sampai pada pemahaman atas penemuan serta mengilustrasikan tema.
Metode‐metode ini digunakan dalam berbagai bidang, di antaranya sosial sains dan kesehatan, pendidikan, penelitian bisnis dan pasar, evaluasi program, studi hukum, politik dan sejarah, life histories dan assesmen kebijakan. Metodologi yang berbeda‐beda memerlukan cara berbeda pula dalam penanganan dan interpretasi data.

Penelitian kualitatif membutuhakan kreatifitas dan keahlian managemen data, yakni sebuah interpretasi yang sensitif terhadap data yang kompleks, akses yang akurat terhadap informasi, cara eksplorasi tema yang sangat cermat, cara menemukan dan menguji pola data yang sangat teliti. Software dapat membantu dalam semua proses ini dan NVivo merupakan sebuah software yang didesain untuk mengintegrasikan data secara jelas dan teliti.

2 Balasan ke Menjadi Peneliti Kualitatif

  1. AdiK ...Khee mengatakan:

    benar sekali mas.. ups.. pak. dan pertanyaan itulah yang membuat seseorang jadi tidak berminat lagi untuk melakukan kajian.. atau “spirit’nya jadi kendur.. kendur karna kebingungan.. sperti saya ini.. heeee.. ilmu na ditunggu pak dosen… ^o^

  2. andik mengatakan:

    Saya sangat setuju dengan tulisan ini,….
    Saya masih sering menjumpai pemahaman yang parsial bahkan dari seorang “oknum” dosen sekalipun. Dalam ranah akademik pemisahan ini memang masih sangat terasa, hal ini tak lain karena masing-masing metode diberikan sebagai bekal ilmu bagi mahasiswa. Namun secara praktis dilapangan, metode ini seringkali digunakan secara bersamaan dan saling melengkapi, bahkan sampai pada variasi-variasi metodenya. Karena tujuan dari penelitian sebenarnya adalah menjawab sebuah permasalahan dan mengarah pada tujuan penelitian, maka penggunaan metode seharusnya disesuaikan dengan hal ini.
    Salam kenal mas/pak Mul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: